Lihat Referensi

Referensi · Artikel

Dokumen Lengkap Belum Tentu Nilai Tercipta

Corporate Plan, RKAP, KPI, dan laporan bisa lengkap tanpa nilai yang tercipta. Ada dua rantai yang perlu dibedakan dan dijalankan bersama: rantai akuntabilitas dan rantai penciptaan nilai.

Seri Tata Kelola BUMD: Dari Kepatuhan ke Penciptaan Nilai — bagian 4 dari 10. Lihat seluruh seri

Di banyak BUMD, aktivitas tata kelola berjalan tanpa henti. Rapat diselenggarakan, dokumen disusun, anggaran dibelanjakan, laporan dikirim tepat waktu. Namun hubungan antara semua aktivitas itu dan tujuan pembangunan bisa makin melemah. Organisasi tampak aktif tanpa produktif, patuh tanpa menciptakan nilai.

Untuk memahami gejala ini, ada dua jalur yang perlu dibedakan dengan jernih.

Rantai akuntabilitas

Rantai pertama menjawab pertanyaan: atas apa organisasi bertanggung jawab? Jalurnya bergerak dari RPJMD ke Corporate Plan, lalu RKAP, KPI korporat hingga individu, evaluasi, keputusan, dan konsekuensi. Rantai ini memastikan setiap komitmen memiliki pemilik dan setiap penyimpangan ditindaklanjuti.

Rantai penciptaan nilai

Rantai kedua menjawab pertanyaan yang berbeda: bagaimana nilai diciptakan? Jalurnya bergerak dari mandat ke tata kelola dan strategi, lalu kapabilitas organisasi, keunggulan proses, hingga nilai ekonomi dan nilai publik yang, bila selaras dengan mandat, melahirkan nilai strategis.

DimensiRantai akuntabilitasRantai penciptaan nilai
Pertanyaan intiAtas apa organisasi bertanggung jawab?Bagaimana nilai diciptakan?
FokusTarget, indikator, pertanggungjawabanStrategi, tata kelola, kapabilitas, eksekusi
Hasil bila berjalan sendiriKepatuhan tanpa nilaiUpaya tanpa kendali

Mengapa keduanya harus berjalan bersama

Akuntabilitas tanpa penciptaan nilai hanya menghasilkan kepatuhan: target tercapai di atas kertas, tetapi layanan tidak membaik. Penciptaan nilai tanpa akuntabilitas tidak terkelola: inisiatif berjalan, tetapi tidak ada yang memastikan hasilnya dan menanggung konsekuensinya.

Pemisahan ini membantu pengurus dan pemilik membaca persoalan secara lebih tepat. Ketika KPI tercapai tetapi pelanggan tetap mengeluh, masalahnya mungkin bukan pada rantai akuntabilitas, melainkan pada rantai penciptaan nilai yang belum terbangun: kapabilitas yang lemah atau proses yang tidak efektif. Sebaliknya, ketika program bagus tetapi berulang kali tidak tuntas, yang perlu diperkuat adalah rantai akuntabilitasnya.

Dokumen yang lengkap adalah titik awal yang baik. Namun dokumen baru bermakna ketika kedua rantai itu benar-benar bekerja dan saling menguatkan.

Baca juga: Ilusi Tata Kelola: Ketika Kelengkapan Belum Menjadi Efektivitas · Mengukur Tata Kelola dari Hasilnya

Rujukan: disarikan dari buku BUMD dan Ilusi Tata Kelola — Mengapa Banyak BUMD Gagal Menciptakan Nilai, Bab 1.4. Diagram bersumber dari buku yang sama.

Public

Sumber: Disarikan dari buku BUMD dan Ilusi Tata Kelola

Artikel dapat dibaca langsung di halaman ini.