Lihat Referensi

Referensi · Artikel

Bukan Laba atau Layanan, tetapi Keduanya

Ada BUMD yang untung tetapi dinilai gagal, dan ada yang melayani luas tetapi terus merugi. Keberhasilan BUMD baru utuh ketika nilai ekonomi dan nilai publik bergerak bersama searah mandat.

Seri Tata Kelola BUMD: Dari Kepatuhan ke Penciptaan Nilai — bagian 3 dari 10. Lihat seluruh seri

Mengapa sebagian BUMD yang mencatat laba tetap dianggap gagal? Mengapa ada BUMD yang memberikan layanan luas tetapi terus kesulitan keuangan? Fenomena ini menunjukkan bahwa keberhasilan BUMD tidak bisa dibaca dari satu indikator saja.

BUMD yang berhasil bukan hanya menciptakan laba dan bukan hanya memberikan layanan, melainkan menjaga keduanya selaras dengan mandat pembangunan daerah.

Tiga nilai yang saling bergantung

Nilai ekonomi menjawab apakah BUMD sehat dan berkelanjutan: profitabilitas, efisiensi, kualitas aset, dan kemandirian finansial. Namun nilai ekonomi tidak identik dengan memaksimalkan laba; laba adalah indikator kesehatan, bukan tujuan akhir.

Nilai publik menjawab apakah masyarakat benar-benar memperoleh manfaat. Ukurannya bukan sekadar jumlah layanan, melainkan kualitas, akses, keterjangkauan, dan dampaknya. Bagi BUMD air minum, nilai publik bukan jumlah sambungan, tetapi meningkatnya akses air yang aman dan terjangkau.

Nilai strategis mencerminkan kontribusi BUMD pada tujuan pembangunan daerah, misalnya ketahanan pangan, inklusi keuangan, atau penguatan rantai pasok lokal. Nilai ini tidak berdiri sendiri. Ia lahir ketika nilai ekonomi dan nilai publik bergerak bersama ke arah yang dikehendaki mandat, sebuah keselarasan yang disebut mandate alignment.

Formula penciptaan nilai BUMD
Nilai ekonomi dan nilai publik yang selaras dengan mandat melahirkan nilai strategis.

Konsekuensinya bagi pengukuran kinerja

Banyak BUMD sudah memiliki KPI, kontrak kinerja, dan laporan berkala, tetapi sebagian besar masih berfokus pada aktivitas, kepatuhan, atau indikator keuangan. Akibatnya, organisasi bisa terlihat berkinerja baik di atas kertas namun gagal menciptakan nilai yang sesungguhnya diharapkan.

Contohnya mudah ditemukan. BUMD yang menghasilkan laba tetapi gagal menyediakan air bersih yang terjangkau belum memenuhi mandatnya. Sebaliknya, BUMD yang terus memperluas layanan tetapi keuangannya tidak sehat sedang menggerus kemampuannya melayani di masa depan. Keduanya sama-sama belum berhasil, hanya dari arah yang berbeda.

Laba yang tinggi dan layanan yang luas belum dengan sendirinya menghasilkan nilai strategis bila keduanya tidak diarahkan pada prioritas yang menjadi alasan pendirian BUMD. Sebaliknya, mengukur hanya satu dimensi berarti hanya melihat sebagian dari keberhasilan.

Kerangka tiga nilai ini tidak dimaksudkan untuk menambah beban pelaporan. Tujuannya sederhana: memastikan penilaian terhadap BUMD mencerminkan seluruh nilai yang seharusnya diciptakan. Penerapan pengukurannya dibahas dalam artikel TVMF™ dan TVI™.

Baca juga: Mengapa Profit Penting bagi BUMD

Rujukan: disarikan dari buku BUMD dan Ilusi Tata Kelola — Mengapa Banyak BUMD Gagal Menciptakan Nilai, Bab 1.2. Diagram bersumber dari buku yang sama.

Public

Sumber: Disarikan dari buku BUMD dan Ilusi Tata Kelola

Artikel dapat dibaca langsung di halaman ini.