Lihat Case Library

Case Library · Studi kasus

Dari Rugi Bertahun-tahun ke Laba: Penyehatan Bank Banten

Setelah merugi delapan tahun dengan akumulasi rugi Rp2,89 triliun hingga 2022, Bank Banten kembali mencetak laba pada 2023 dan 2024 melalui penambahan modal, manajemen baru, dan efisiensi biaya.

Konteks
EntitasPT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk
SektorPerbankan daerah (BPD)
Periode2020–2024

Ringkasan

Bank Banten adalah contoh penyehatan BUMD yang terdokumentasi secara terbuka karena berstatus perusahaan terbuka. Penyehatan memerlukan kombinasi keputusan pemilik (penambahan modal) dan perubahan manajemen serta operasi.

Permasalahan

  • Pada 2020, bank telah merugi empat tahun berturut-turut [1].
  • Akumulasi kerugian selama delapan tahun hingga akhir 2022 mencapai Rp2,89 triliun [2].
  • Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) pada 2022 mencapai 155,94% [3].

Langkah yang ditempuh

  • Permodalan: rencana penawaran umum terbatas (rights issue), penyertaan modal Pemerintah Provinsi Banten sebesar Rp1,55 triliun berdasarkan Perda, dan penggabungan nilai saham [1].
  • Kepemimpinan baru: Direktur Utama baru disetujui OJK pada Mei 2023 [2].
  • Program transformasi: penguatan SDM, efisiensi biaya, penyaluran kredit yang lebih selektif, dan penanganan kredit bermasalah [2].

Hasil yang dilaporkan

Indikator202220232024
Laba (rugi) bersihRugi Rp249,37 miliar [3]Laba Rp27,29 miliar [3]Laba Rp39,33 miliar [4]
BOPO155,94% [3]95,19% [3]—
Biaya umum dan administrasiRp398,96 miliar [3]Rp137,57 miliar [3]—

Laba 2024 melampaui target rencana bisnis bank sebesar Rp3,36 miliar, dan seluruhnya ditahan karena akumulasi defisit masih sekitar Rp2,83 triliun [4].

Pembelajaran

  1. Penambahan modal tanpa perubahan cara kerja tidak cukup. Perbaikan baru terlihat setelah efisiensi biaya dan perbaikan kualitas kredit berjalan.
  2. Peran pemilik menentukan: keputusan penyertaan modal melalui Perda memberi ruang bagi penyehatan.
  3. Pemulihan berlangsung bertahap. Kembali laba bukan akhir; akumulasi defisit masih membatasi pembagian dividen.

Pertanyaan diskusi

  1. Syarat kinerja apa yang sebaiknya melekat pada penyertaan modal untuk penyehatan BUMD?
  2. Indikator awal (leading indicators) apa yang dapat dipantau Dewan Komisaris sebelum laba membaik?
  3. Kapan penyehatan sebaiknya dipertimbangkan bersama opsi konsolidasi atau merger?

Terkait di BUMDHUB

Matriks Portofolio BUMD · PP 12/2019 tentang penyertaan modal · Form Evaluasi RKAP

Sumber

  1. Bisnis.com, “Rugi Terus 4 Tahun, Bank Banten (BEKS) Proyeksi Bisa Laba Tahun Depan”, 1 Oktober 2020. Tautan
  2. Bisnis.com, “Kuda-Kuda Bank Banten (BEKS) Susutkan Rugi di Tangan Nahkoda Baru”, 17 Juni 2023. Tautan
  3. Kontan, “Bank Banten (BEKS) Balikkan Rugi Jadi Laba Rp 27,29 Miliar pada 2023”, 22 Februari 2024. Tautan
  4. IDX Channel, “Bank Banten (BEKS) Kembali Cetak Profit, Disetor Jadi Saldo Laba Ditahan”, 15 April 2025. Tautan

Disusun BUMDHUB dari sumber publik yang tercantum. Ringkasan dan analisis tidak mewakili pandangan lembaga atau perusahaan sumber. Angka dikutip sebagaimana dilaporkan pada tanggal sumber; data terbaru dapat berbeda.

Public

Sumber: Disusun BUMDHUB dari sumber publik

Studi kasus dapat dibaca langsung di halaman ini.