Lihat Case Library

Case Library · Studi kasus

Menekan Kehilangan Air dengan District Meter Area: Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang

Kehilangan air (NRW) turun dari 41% menjadi 28% pada 2012 setelah pembentukan 131 District Meter Area, dan dilaporkan berada di kisaran 11–15% pada awal 2022. Tantangannya: menjaga capaian dari tahun ke tahun.

Konteks
EntitasPerumda Air Minum Tugu Tirta, Kota Malang
SektorAir minum
Periode2011–2025

Ringkasan

Kehilangan air atau non-revenue water (NRW) adalah air yang sudah diproduksi tetapi tidak menghasilkan pendapatan, karena bocor, pencurian, atau kesalahan meter. Bagi BUMD air minum, NRW yang tinggi berarti biaya produksi terbuang dan pelanggan baru sulit dilayani. Kota Malang termasuk contoh penurunan NRW yang terdokumentasi dalam jangka panjang.

Permasalahan

  • NRW sekitar 41% sebelum program dijalankan [1].
  • Kehilangan air pada 2012 masih diperkirakan senilai sekitar Rp1 miliar per bulan; penyebabnya antara lain pipa tua, tekanan tinggi, dan kerusakan pipa akibat kendaraan berat [1].

Langkah yang ditempuh

  • Membentuk 131 District Meter Area (DMA), yaitu zona jaringan yang aliran masuk dan keluarnya diukur sehingga kebocoran mudah dilacak [1].
  • Memasang katup pelepas tekanan (pressure reducing valve) dan menambah regu perbaikan kebocoran [1].
  • Menerapkan pengendalian kebocoran aktif, misalnya step test dan deteksi suara kebocoran, di tingkat DMA [2].

Hasil yang dilaporkan

PeriodeNRW
Sebelum programSekitar 41% [1]
November 201228%, melampaui target 33% [1]
Studi 202019,8% secara sistem; di satu DMA turun dari 36% menjadi 15% [2]
Desember 2021 – Februari 202215%, 13%, dan 11% [3]
Juli 2025DPRD Kota Malang mendesak agar tingkat kehilangan air ditekan menjadi 14% [4]

Pembelajaran

  1. Ukur dulu, baru perbaiki. DMA mengubah persoalan NRW dari angka kota menjadi target per zona yang dapat ditindaklanjuti.
  2. NRW adalah program jangka panjang, bukan proyek setahun. Capaian perlu dijaga melalui perawatan meter, penggantian pipa, dan pemantauan rutin.
  3. NRW adalah indikator Economic sekaligus Public Value: penurunannya menghemat biaya dan membuka kapasitas untuk pelanggan baru.
  4. Pengawasan DPRD dan pemilik berperan menjaga program tetap menjadi prioritas.

Pertanyaan diskusi

  1. Bagaimana NRW sebaiknya dimasukkan ke KPI Direksi dan RKA tahunan?
  2. Berapa investasi yang wajar untuk menurunkan NRW dibandingkan dengan nilai air yang terselamatkan?
  3. Data apa yang perlu tersedia agar Dewan Pengawas dapat menilai kemajuan program NRW setiap triwulan?

Terkait di BUMDHUB

Penilaian Kinerja PDAM · Form Evaluasi RKAP · Framework Fishbone / Root Cause Analysis · Permendagri 23/2024

Sumber

  1. ANTARA Jawa Timur, “PDAM Andalkan ‘DMA’ Turunkan Angka Kehilangan Air”, 20 Desember 2012. Tautan
  2. Dayanti, Sudiro, dan Hendriarianti, artikel di Jurnal Enviro ITN Malang, 2020. Tautan
  3. Malang Times, “Persentase Kehilangan Air Perumda Tugu Tirta Kota Malang Masih Jauh dari Batas Minimal Nasional”, 25 Maret 2022. Tautan
  4. Radar Malang, “10 Miliar Liter Air Hilang per Tahun di Kota Malang, DPRD Desak Perumda Tugu Tirta Tekan TKA Jadi 14 Persen”, Juli 2025. Tautan

Disusun BUMDHUB dari sumber publik yang tercantum. Ringkasan dan analisis tidak mewakili pandangan lembaga atau perusahaan sumber. Angka dikutip sebagaimana dilaporkan pada tanggal sumber; data terbaru dapat berbeda.

Public

Sumber: Disusun BUMDHUB dari sumber publik

Studi kasus dapat dibaca langsung di halaman ini.